TAK DISANGKA.., TOLONG DI SHARE,.!!! SEBELUM SEMUA TERLAMBAT, CEK DENYUT NADIMU SEKARANG, KARENA DAPAT MENDETEKSI PENYAKIT DALAM TUBUH ANDA DENGAN MUDAH DAN EFEKTIP - Populer Post
Headlines News :

Recent Posts

Home » » TAK DISANGKA.., TOLONG DI SHARE,.!!! SEBELUM SEMUA TERLAMBAT, CEK DENYUT NADIMU SEKARANG, KARENA DAPAT MENDETEKSI PENYAKIT DALAM TUBUH ANDA DENGAN MUDAH DAN EFEKTIP

TAK DISANGKA.., TOLONG DI SHARE,.!!! SEBELUM SEMUA TERLAMBAT, CEK DENYUT NADIMU SEKARANG, KARENA DAPAT MENDETEKSI PENYAKIT DALAM TUBUH ANDA DENGAN MUDAH DAN EFEKTIP

Written By Aaaaa on Jumat, 24 Juni 2016 | 14.40


Nadi nampak karena jantung mendorong darah di dalam nadi, karenanya gerakan nadi berkaitan segera dengan jantung serta berkaitan dengan organ-organ yang lain, seperti paru-paru, limpa, lambung, hati dan ginjal. Perubahan yang jalan pada tubuh akan mempunyai efek pada perubahan denyut nadi sekalian berikan deskripsi pada kondisi badan serta kelainan yang berjalan. 

Nadi dapat juga memonitor perubahan penyakit. Nadi yang normal akan berdenyut pada 60-80 kali per menit atau sama saja dengan empat kali per setiap respirasi (satu kali menarik dan satu kali keluarkan udara) (Sim Kie Jie). Denyutan nadi normal tidaklah terlalu mengambang serta tidak terlalu dalam, berdenyut tenang, bertenaga dan teratur. 

Nadi yg tidak normal di kenal dengan nadi patologis (nadi yang memanifestasikan ada satu penyakit). Penentuan penyakit melalui denyut nadi itu didasarkan pada tingkat kelajuan (kecepatan), kedalaman serta kekuatan denyutan. 

Berikut adalah pembagian penentuan penyakit berdasarkan pada denyut nadi : 

1. KELAJUAN NADI. 

Dibagi jadi 2 tipe : 

a). Denyut nadi perlahan. 

Nadi yang berdenyut perlahan berikan unsur air (sejuk) yang ada dalam tubuh. Dalam kondisi seperti ini nadi berdenyut lebih pelan dibanding dengan denyut nadi umum (normal). Semakin pelan denyutannya berarti semakin tinggi unsur air (sejuk) yang ada dalam tubuh. 

b). Denyut nadi cepat. 

Nadi yang berdenyut cepat berikan unsur api (panas) yang ada dalam tubuh. Semakin cepat denyutan bermakna makin banyak unsur panas (api) yang ada pada badan. 

2. KEDALAMAN NADI. 

a). Nadi Atas. 

Denyutannya dapat di rasa hanya dengan lewat tekanan yang mudah. Denyutan akan hilang jika kita menekan (pergelangan) terlalu kuat (dalam). Nadi atas berikan tanda sinyal kekurangan tenaga pada ginjal. Tanda sinyal yang dapat terlihat salah satunya : sakit kepala, bunyi berdengung/berdesing dalam telinga dan hotfluses (muka dan leher jadi merah). Nadi atas juga memberi masalah dalam paru-paru. Keadaan seperti ini umumnya ditandai karena itu ada batuk-batuk yang disebut tanda-tanda penyakit asma. 

b). Nadi Dalam. 

Denyutan nadi tak terlihat dengan sentuhan enteng. Denyut nadi baru merasa setelah peroleh dorongan (tangan) yang keras. Nadi dalam memberi tanda-tanda seperti keletihan, diare, k***tihan. 

3). KEKUATAN NADI. 

Denyut nadi pada tangan kanan dan kiri akan berikan tanda tanda pada organ badan yang tidak sama. Tangan kanan berikan tanda sinyal pada : limpa, perut, paru-paru serta ginjal kanan. Tengah denyut nadi kiri berikan kelainan pada hati, jantung serta ginjal kiri. 

Berdasar pada kekuatan denyut nadi, dibagi jadi 2 tipe, yaitu : 

a). Nadi Kuat (penuh). 

Nadi seperti ini dapat dikenali dengan rasakan ada denyutan pada ketiga jari yang kita tempelkan di bagian atas pergelangan tangan. Nadi kuat memberi ada kualitas gelombang yang agresif dan kandungan unsur yang sangat berlebihan. 

b). Nadi Lemah (kosaong). 

Nadi yang lemah memberi badan kekurangan unsur. Dalam tekuni perabaan nadi, bukan hanya perlu tekuni teori yang lebih paling utama yaitu prakteknya. Tak ada praktik perabaan nadi, mustahil dapat dipelajari dengan baik atau bahkan akan gagal meskipun. Hal paling utama yang lain dalam lakukan perabaan nadi yaitu ada sensibilitas jari dan konsentrasi dari pemeriksa. 

Di bawah itu yaitu langkah kerjakan perabaan nadi : 

1. Sebelum ditangani perabaan sebaiknya pasien disarankan untuk istirahat sebentar. 

2. Tangan pasien dengan cara horisontal diletakkan setinggi jantung dengan telapak tangan menghadap keatas. 

3. Gunakan 3 jari yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis untuk lakukan perabaan. Yang menyentuh nadi sebaiknya yaitu segi ujung jari. 

4. Lakukan perabaan dengan memprioritaskan jari melalui 3 kemampuan tekanan yakni : tekanan mudah, tekanan tengah serta tekanan kuat. 

Selama sistem kontrol, napas pemeriksa mesti teratur, emosi dalam kondisi tenang, sikap baik serta berkonsentrasi penuh. 

(disadur dari buku : jadi dokter muslim karangan Dr. Indah S. Y serta Ust. Ahmad Su’udi.)

Share this article :
 
Support : Blogger Themes Gallery

Copyright © 2015. Populer Post - All Rights Reserved
Template Created by My Blogger Templates Published by Free Blogger Templates

Proudly powered by Blogger